<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bencana &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/category/bencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 13:32:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Bencana &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Listrik di Palue Kembali Menyala, Camat Sampaikan Apresiasi kepada PLN dan Semua Pihak</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5935/listrik-di-palue-kembali-menyala-camat-sampaikan-apresiasi-kepada-pln-dan-semua-pihak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 13:32:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara.com.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5935</guid>

					<description><![CDATA[Perspektif Nusantara.com, Camat Palue, Rudolfus Riba, atau akrab disapa Delfi Riba menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) serta seluruh pihak yang telah bekerja keras memulihkan jaringan listrik di Kecamatan Palue pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Delfi Riba menyampaikan apresiasi tersebut atas nama Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Palue pada Kamis, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perspektif Nusantara.com,</strong> Camat Palue, Rudolfus Riba, atau akrab disapa Delfi Riba menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) serta seluruh pihak yang telah bekerja keras memulihkan jaringan listrik di Kecamatan Palue pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.</p>
<p>Delfi Riba menyampaikan apresiasi tersebut atas nama Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Palue pada Kamis, 20/8/2026. Ia mengatakan, berkat kerja sama, kerja keras, dan koordinasi yang baik antara PLN, Pemerintah Kabupaten Sikka, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri, serta para relawan, pasokan listrik di wilayah Kecamatan Palue kini mulai kembali normal.</p>
<p>“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Palue, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada PLN dan seluruh pihak atas kerja sama, kerja keras serta koordinasi yang baik bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, kecamatan, desa, TNI-Polri dan segenap relawan,” ujar Delfi Riba</p>
<p>Menurutnya, pemulihan jaringan listrik merupakan langkah penting dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana. Kembalinya aliran listrik tidak hanya memberikan penerangan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas pelayanan pemerintahan, komunikasi, kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p>Ia mengakui bahwa proses penanganan dampak gempa di wilayah Palue bukan pekerjaan mudah. Kondisi geografis wilayah, kerusakan infrastruktur, serta sejumlah akses yang sempat terganggu menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.</p>
<p>“Kami sadar bahwa kondisi pascagempa ini sangatlah tidak mudah untuk ditangani. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi semua pihak, secara bertahap berbagai kebutuhan dan akses masyarakat mulai kembali normal,” katanya.</p>
<p>Delfi Riba juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, serta Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa, bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka yang terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap penanganan bencana di Kecamatan Palue.</p>
<p>“Terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka, Bapak Wakil Bupati, dan Plt. Sekda Sikka serta semua unsur yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Berkat kerja bersama, penanganan bencana di Kecamatan Palue mulai berjalan dengan baik dan berbagai akses masyarakat secara bertahap kembali normal,” ungkapnya.</p>
<p>Camat Palue menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan.</p>
<p>“Pemulihan ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus dipertahankan sampai seluruh proses pemulihan di Kecamatan Palue benar-benar tuntas,” pungkas Delfi Riba.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Rana Gapang, Elar, Manggarai Timur Mengaku Belum Terima Bantuan Pemerintah Sepekan Pascagempa M7,7</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5932/warga-desa-rana-gapang-elar-manggarai-timur-mengaku-belum-terima-bantuan-pemerintah-sepekan-pascagempa-m77/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 13:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5932</guid>

					<description><![CDATA[Perspektif Nusantara.com Borong, NTT — Warga Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Kamis (20/8/2026) mengaku belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Mereka masih bertahan hidup dengan cara mandiri, mulai dari mencari kebutuhan pangan hingga menangani sendiri kebutuhan obat-obatan bagi warga yang mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perspektif Nusantara.com Borong</strong>, NTT — Warga Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Kamis (20/8/2026) mengaku belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Mereka masih bertahan hidup dengan cara mandiri, mulai dari mencari kebutuhan pangan hingga menangani sendiri kebutuhan obat-obatan bagi warga yang mengalami luka maupun sakit.</p>
<p>Kondisi ini terjadi lima hari lebih setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, akibat aktivitas sesar naik (thrust fault) Flores Back-Arc Thrust. Guncangan sempat memicu peringatan dini tsunami di NTT, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, sebelum dicabut oleh BMKG pada pukul 07.30 WIB hari yang sama.</p>
<p>BMKG mencatat ribuan gempa susulan terus terjadi sejak saat itu. Hingga Kamis (20/8) pagi, tercatat lebih dari 3.400 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2, termasuk gempa M5,8 yang kembali mengguncang Manggarai pada dini hari yang sama. Kondisi ini membuat warga di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Elar, terus dibayangi ketakutan dan trauma untuk kembali ke rumah masing-masing.</p>
<p>Warga Desa Rana Gapang menyampaikan bahwa posko pengungsian yang mereka tempati dibangun secara swadaya dengan bahan seadanya, tanpa bantuan tenda maupun perlengkapan dari pemerintah. Kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi meliputi bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara akses komunikasi di wilayah tersebut turut terganggu akibat gangguan jaringan dan pemadaman listrik pascagempa.</p>
<p>Sejumlah desa lain di Kecamatan Elar dilaporkan mengalami kondisi serupa, antara lain Rana Kulan, Compang Soba, Sisir, Haju Wangi, dan Kelurahan Tiwu Kondo. Warga setempat mendesak agar distribusi bantuan tidak hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau, melainkan juga menyasar desa-desa yang berjarak jauh dari pusat pemerintahan.</p>
<p>Di tingkat nasional, Kementerian Sosial (Kemensos) sebelumnya menyatakan telah menyalurkan sedikitnya 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako ke enam kabupaten terdampak gempa di NTT, serta mengoperasikan dapur umum selama masa tanggap darurat. Namun berdasarkan pengakuan warga, bantuan tersebut belum menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Elar, termasuk Rana Gapang.</p>
<p>Warga berharap pemerintah kabupaten maupun pusat segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke desa-desa yang selama ini luput dari jangkauan distribusi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bunda Literasi Sikka dan Pokja Gelar Trauma Healing di Posko Pengungsian Korban Gempa</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5914/bunda-literasi-sikka-dan-pokja-gelar-trauma-healing-di-posko-pengungsian-korban-gempa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 11:53:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara.com.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5914</guid>

					<description><![CDATA[Perspektif Nusantara, -Maumere- Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten Sikka dan Tim Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban gempa bumi yang mengungsi di posko pengungsian di halaman Kantor Bupati Sikka, Rabu, 19/8/2026 dan Kamis, 20/8/2026. Kegiatan ini menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perspektif Nusantara, -Maumere- </strong>Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten Sikka dan Tim Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban gempa bumi yang mengungsi di posko pengungsian di halaman Kantor Bupati Sikka, Rabu, 19/8/2026 dan Kamis, 20/8/2026.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi, khususnya mereka yang masih berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pendampingan untuk mengurangi rasa takut, cemas, maupun trauma akibat gempa dan gempa susulan yang masih terjadi.</p>
<p>Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., bersama jajaran Pokja hadir secara langsung dan berinteraksi dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, edukatif, dan membangun suasana positif di tengah kondisi pengungsian.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain, bernyanyi, berkomunikasi, serta mengikuti aktivitas literasi yang dikemas secara ringan dan menyenangkan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak kembali ceria, merasa aman, sekaligus tetap mendapatkan ruang untuk berekspresi selama berada di pengungsian.</p>
<p>Ny. Fista menyampaikan bahwa perhatian terhadap anak-anak korban bencana tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga menyangkut kebutuhan psikologis dan emosional.</p>
<p>“Anak-anak adalah kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Mereka membutuhkan rasa aman, pendampingan, ruang bermain, dan kesempatan untuk kembali tersenyum. Karena itu, kegiatan trauma healing ini kita hadirkan agar anak-anak tidak larut dalam ketakutan akibat gempa,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan literasi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu pemulihan psikologis anak. Membaca, bercerita, bermain dan belajar bersama dapat memberikan suasana yang lebih positif sekaligus menjaga semangat anak-anak selama berada di tempat pengungsian.</p>
<p>Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari anak-anak. Mereka tampak mengikuti setiap aktivitas dengan penuh semangat dan gembira, sehingga suasana di posko pengungsian menjadi lebih hidup.</p>
<p>Bunda Literasi Sikka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lokasi pengungsian, dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pemulihan anak-anak terdampak bencana.</p>
<p>“Di tengah situasi bencana, kita ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak untuk bermain, belajar, membaca dan bergembira. Mereka adalah generasi penerus Sikka yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.</p>
<p>Kegiatan trauma healing ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Bunda Literasi Kabupaten Sikka dan Pokja dalam mendukung proses pemulihan masyarakat, khususnya anak-anak, pascagempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>YBLL Perluas Penyaluran Bantuan Gempa NTT ke Enam Posko Pengungsian di Kabupaten Manggarai</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5907/ybll-perluas-penyaluran-bantuan-gempa-ntt-ke-enam-posko-pengungsian-di-kabupaten-manggarai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 09:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam Gempa Bumi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Bambu Lingkungan Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[YBLL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5907</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Manggarai, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) meluaskan jangkauan operasi kemanusiaan pasca gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Manggarai pada Rabu (19/8). Penyebaran bantuan terfokus di enam posko pengungsian yang tersebar di empat desa pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Cibal. Wilayah penerima mencakup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Manggarai, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) meluaskan jangkauan operasi kemanusiaan pasca gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Manggarai pada Rabu (19/8). Penyebaran bantuan terfokus di enam posko pengungsian yang tersebar di empat desa pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Ruteng dan Kecamatan Cibal. Wilayah penerima mencakup Desa Belang Turi dan Desa Persiapan Bangka Wela di Kecamatan Ruteng, serta Desa Beamese, Beawelu, dan Desa Wudi di Kecamatan Cibal.</p>
<p>Penyaluran logistik disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga di setiap titik pengungsian, termasuk Posko Mama Bambu Belang Leca, Posko Mama Bambu Betong Asa, Posko Weli 1 dan 2, serta Posko Beawelu 1 dan 2. Bantuan yang diserahkan meliputi bahan pangan pokok seperti beras, puluhan dus mie instan, telur, air mineral, serta susu khusus untuk balita dan ibu menyusui.</p>
<p>Selain pasokan makanan, YBLL juga menyuplai kebutuhan sanitasi berupa sabun mandi, sabun cuci, popok bayi, hingga suplai medis kritis seperti dus obat-obatan dan minyak gosok untuk menjaga kondisi fisik pengungsi.</p>
<p>Koordinator YBLL di Kabupaten Manggarai, Fredrik Klaus Baru, melaporkan bahwa proses distribusi bantuan berlangsung di tengah ancaman gempa susulan yang terus beruntun. Sejak pagi hingga siang hari saat penyaluran berlangsung, guncangan susulan berkekuatan magnitudo 5,0 hingga 5,6 masih kerap terjadi dan memicu kepanikan warga.</p>
<p>Ia menyebut kondisi psikologis pengungsi di lapangan diselimuti kecemasan, namun kehadiran tim YBLL disambut haru oleh warga yang mengandalkan bantuan logistik darurat tersebut untuk bertahan di pengungsian.</p>
<p>Langkah tanggap darurat di Manggarai ini melengkapi aksi kemanusiaan YBLL yang sebelumnya telah mendistribusikan bantuan serupa ke Kecamatan Riung di Kabupaten Ngada dan Desa Mausambi di Kabupaten Ende, sementara proses penyaluran ke lokasi terdampak bencana lainnya masih terus berjalan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kodim 1603/Sikka Perkuat Penanganan Pascabencana, Tenda Darurat Didirikan di Permukiman Warga Keso Koja</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5904/kodim-1603-sikka-perkuat-penanganan-pascabencana-tenda-darurat-didirikan-di-permukiman-warga-keso-koja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 09:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam Gempa Bumi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Dandim 1603 Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 1603 Sikka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5904</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA, — Personel Kodim 1603/Sikka terus memperkuat upaya penanganan pascabencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sikka. Salah satu bentuk dukungan nyata dilakukan dengan mendirikan tenda darurat bagi warga terdampak di Desa Keso Koja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026). Pendirian tenda tersebut menjadi langkah cepat TNI dalam membantu menyediakan tempat perlindungan sementara bagi masyarakat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA, — Personel Kodim 1603/Sikka terus memperkuat upaya penanganan pascabencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sikka. Salah satu bentuk dukungan nyata dilakukan dengan mendirikan tenda darurat bagi warga terdampak di Desa Keso Koja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026).</p>
<p>Pendirian tenda tersebut menjadi langkah cepat TNI dalam membantu menyediakan tempat perlindungan sementara bagi masyarakat, terutama warga yang rumahnya mengalami dampak bencana dan belum dapat digunakan secara optimal.</p>
<p>Di lokasi, personel Kodim 1603/Sikka bekerja bersama masyarakat mulai dari menyiapkan titik pemasangan, mengangkut perlengkapan hingga mendirikan tenda di sekitar permukiman warga. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlindungan sementara, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moril kepada warga yang sedang menghadapi situasi sulit pascabencana.</p>
<p>Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa jajaran Kodim akan terus hadir membantu masyarakat terdampak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.</p>
<p>“Kami akan terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana. Setiap kebutuhan di lapangan akan kami koordinasikan dan upayakan untuk dapat ditangani bersama, sehingga masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Dandim.</p>
<p>Pendirian tenda darurat di Desa Keso Koja menjadi bagian dari langkah tanggap Kodim 1603/Sikka dalam mendukung penanganan dampak bencana di wilayah Palue. Kondisi medan yang tidak mudah serta keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat personel untuk mendekatkan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.</p>
<p>Kehadiran prajurit di lokasi bencana diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan sementara warga terpenuhi. Lebih dari itu, keterlibatan TNI bersama masyarakat menjadi simbol bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara gotong royong, berkelanjutan, dan mengutamakan keselamatan warga.</p>
<p>Melalui langkah tersebut, Kodim 1603/Sikka menunjukkan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat, terutama dalam masa pemulihan setelah bencana.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB Kirim 165 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat 12 Penerbangan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5885/bnpb-kirim-165-ton-bantuan-untuk-korban-gempa-ntt-lewat-12-penerbangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 00:04:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BNPBIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[GempaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[InfoBencanaBNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara.com.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5885</guid>

					<description><![CDATA[Perspektif Nusantara.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pemangku kepentingan bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (18/8), BNPB melalui Pos Pendukung Logistik Nasional untuk Penanggulangan Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Bandara Halim Perdanakusuma mengirimkan total 165,97 ton atau 165.971 kilogram bantuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perspektif Nusantara.com. Jakarta</strong> – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pemangku kepentingan bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (18/8), BNPB melalui Pos Pendukung Logistik Nasional untuk Penanggulangan Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Bandara Halim Perdanakusuma mengirimkan total 165,97 ton atau 165.971 kilogram bantuan logistik dan peralatan pengungsian.</p>
<p>Bantuan ini dikirim lewat jalur udara dalam 12 kali penerbangan (sortie), menggunakan gabungan pesawat TNI Angkatan Udara, pesawat kargo, dan maskapai komersial. Tujuan pengiriman adalah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ), dua wilayah yang terdampak gempa.</p>
<p><strong>120 Ton Bantuan dari BNPB Lewat 8 Penerbangan</strong></p>
<p>Menggunakan anggaran Dana Siap Pakai (DSP), BNPB memimpin pengiriman 120 ton logistik dalam delapan sortie penerbangan utama:</p>
<p>Sortie 1 membawa 4.100 lembar selimut, 2 set tenda pengungsi ukuran 6&#215;12 meter, 126 set tenda keluarga ukuran 4&#215;4 meter, dan 4 unit perangkat internet satelit Starlink.</p>
<p>Sortie 2 mengangkut 1.000 lembar sarung, 190 set tenda keluarga, 130 unit kasur lipat, dan 200 paket sembako.</p>
<p>Sortie 3 menjadi sortie dengan muatan terbanyak, terdiri dari 199 set tenda keluarga, 17 set tenda pengungsi, 150 paket perlengkapan kebersihan (hygiene kit), 250 unit velbed atau tempat tidur lipat lapangan, 200 unit kasur lipat, 1.500 potong seragam BNPB, dan 500 paket sembako.</p>
<p>Sortie 4 menyalurkan 250 paket hygiene kit, 20 set tenda pengungsi, 60 unit tenda keluarga, dan 1.250 lembar matras.</p>
<p>Sortie 5 membawa 1.265 paket makanan siap saji, 250 paket hygiene kit, 200 unit tenda keluarga, 3.000 lembar matras, dan 2.000 lembar selimut.</p>
<p>Sortie 6 mengangkut 90 set tenda keluarga, 1.000 lembar sarung, 2.000 potong gamis, 2.000 potong baju koko, 6 unit Starlink, 16 unit genset darurat, dan 400 paket sembako.</p>
<p>Sortie 7 dan Sortie 8 masing-masing membawa muatan yang sama, yaitu 100 unit tenda keluarga, 2.250 lembar matras, 1.000 lembar selimut, dan 10 unit tenda pengungsi.</p>
<p><strong>Semangat Gotong Royong, TNI AU Kirim Tambahan 45,9 Ton Bantuan</strong></p>
<p>Selain bantuan dari BNPB, semangat gotong royong juga ditunjukkan berbagai unsur pentahelix yang mengirimkan tambahan 45.971 kilogram bantuan menggunakan pesawat TNI AU:</p>
<p>Sortie A dengan pesawat Airbus A-4002 (total 22.010 kg) membawa bantuan dari Sekretariat Presiden (Setpres) berupa 2.000 paket sembako, 500 dus biskuit, dan 375 dus pop mie. Kepolisian Daerah (Polda) menyumbang 500 dus mi instan dan 250 dus air mineral 1,5 liter. Sementara Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengirim 1 unit motor Viar penjernih air dan 10 unit Starlink.</p>
<p>Sortie B dengan pesawat Boeing A-7304 (total 3.969 kg) memuat bantuan dari Setpres berupa 373 paket sembako dan 250 dus biskuit, ditambah 1 set peralatan dapur dari Tim Manguni 86.</p>
<p>Sortie C dengan pesawat Boeing A-7305 (total 9.997 kg) membawa bantuan Setpres berupa 1.000 paket sembako dan 250 dus biskuit, serta dari Polda berupa 366 dus mi instan dan 100 dus air mineral.</p>
<p>Sortie D dengan pesawat Boeing A-7306 (total 9.995 kg) memuat bantuan Setpres berupa 1.000 paket sembako, 250 dus biskuit, dan 1.000 dus pop mie, ditambah sumbangan OT Grup berupa 250 dus teh gelas dan 40 dus biskuit.</p>
<p><strong>Antisipasi Krisis Komunikasi, Air, dan Listrik</strong></p>
<p>Untuk mengantisipasi krisis komunikasi serta memastikan ketersediaan air bersih dan listrik di lokasi bencana dan area pengungsian, bantuan yang dikirim secara khusus menyertakan 20 unit perangkat internet satelit Starlink (gabungan dari Kemhan dan BNPB), 1 unit motor Viar penjernih air, dan 16 unit genset darurat.</p>
<p>BNPB berharap seluruh bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana dan memenuhi kebutuhan mendesak warga yang terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
